Konsep Kekuasaan Pada Kerajaan Bercorak Islam

Zaman Megalitikum, saat kepercayaan setiap manusia berdasarkan paham animism, dinamisme, totemisme, dan manisme, sebelum akhirnya agama Hindu dan Budha masuk dan terjadilah asimilasi kepercayaan yang melahirkan kepercayaan Hindu dan Budha khas Indonesia.

Berkembangnya agama Hindu dan Budha membawa pengaruh pada masa pemerintahan kerajaan yang diwujudkan dalam bentuk pembangunan candi dan arca untuk raja, ataupun acara pertunjukan wayang untuk pemujaan arwah. Sebelum akhhirnya pada zaman Madya, ketika Islam mulai menyebar dan memasuki wilayah Indonesia (abad ke 7 sampai abad ke 13) dan mempengaruhi tatanan atau kepemimpinan kerajaan di zaman itu.

Awal mula perkembangan islam dimulai dari jalur pedagangan di sekitar wilayah pantai dan daerah pedalaman. Islam menjadi agama yang langsung mendapatkan perhatian karena mampu berasimilasi dengan Hindu dan Budha sebagai agama yang terlebih dahulu masuk, misalnya saat Sunan Kalijaga menunjukkan acara wayang yang ditambahi dengan dakwah Islam sehingga dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Kemudian saat Islam mulai memasuki nusantara, munculah beberapa kerajaan yang bercorak agama Islam setelah terjadinya asimilasi kepercayaan dengan aliran sebelum Islam.

Konsep kerajaan bercorak islam jelas berbeda dengan konsep kerajaan Hindu Budha, salah satu perbedaannya terdapat pada gelar raja yang digunakan. Kerajaan bercorak Islam menggunakan gelar sultan atau susuhunan yang berasal dari bahasa Arab, yang berarti penguasa kerajaan. Perbedaan lainnya yaitu penasihat raja yang biasa diperankan oleh Brahmana pada kerajaan Hindu Budha, pada kerajaan bercorak Islam diperankan oleh para wali atau kyai.

Perbedaan yang mencolok dari konsep kerajaan Hindu Budha dengan Islam adalah otoritas penuh dan anggapan raja sebagai dewa. Di dalam kerajaan bercorak islam, raja harus bisa melaksanakan amanat yang diemban dengan cara menjaga keseimbangan antara hak dan kewajibannya sebagai raja, konsep itu dinamakan sebagai keagungbinatharaan, artinya berbudi luhur dan bersikap adil kepada sesama.

Seseorang bisa menjadi raja karena telah direkomendasikan oleh para wali sebelumnya, misalnya Malik Al Saleh Raja Kerajaan Samudera Pasai yang atas hasil rekomendasi Syekh Ismail dari Arab. Beberapa kerajaan bercorak islam yang pernah berdiri di Indonesia diantaranya kerajaan Perlak, kerajaan Samudera Pasai, kerajaan Aceh Darussalam, kerajaan Demak, kerajaan Pajang, kerajaan Mataram Islam, kerajaan Cirebon, kerajaan Banten, kerajaan Banjar, kerajaan Kutai, kerajaan Sukadana, kerajaan Ternate, kerajaan Tidore, dan kerajaan Gowa Talo.

Incoming search terms:
perbedaan mendasar antara konsep kekuasaan kerajaan bercorak hindu budha dan kesultanan islamkonsep kekuasaan islamkonsep kekuasaan di kerajaan bercorak hindu-budha dan kerajaan islamkonsep kekuasaan agama hindu dengan islamidentifikasikan perbedaan mendsara antara konsep kekuasaan kerajaan bercoral hindu budha dan kesultanan islambedakan konsep2 kerajaan hindu budhabedakan konsep kerajaan yang bercorak hindu budha dengan konsep kerajaan yang bercorak islamBagaimanakah konsep kekuasaan pada kerajaan-kerajaan yang bercorak Islam di Indonesiabagaimana konsep kekuasasn pada masa budhabagaimana konsep kekuasaan pada kerajaan kerajaan yang bercorak islam di indonesia
Konsep Kekuasaan Pada Kerajaan Bercorak Islam | admin | 4.5