Pengertian, Ciri, Manfaat & Klasifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Pengertian Lengkap, Ciri, Manfaat dan Klasifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta) – Dalam dunia tumbuhan dan ilmu biologi, ada berbagai macam jenis ada juga yang disebut dengan tumbuhan paku. Tumbuhan ini dikenal di alam liar hidupnya. Dan juga kadang dianggap tidak ada manfaatnya. Tetapi, sebenarnya banyak manfaatnya.

Kali ini kami akan mengulas mengenai tumbuhan paku dari berbagai sisi. Mulai dari nama ilmiah, manfaat, pengertian dan juga cirri-cirinya. Dengan adanya ulasan ini diharapkan akan membawa manfaat untuk pelajar maupun umum.

A. Pengertian Tumbuhan Paku

Nama ilmiahnya Pteridotaphyta.  Tumbuhan paku memiliki akar, daun, batang. Tumbuhan paku sering atau lebih banyak tumbuh di daerah lembab. Selain itu, tumbuhan paku juga bisa hidup di kondisi lain seperti batu, darat, menempel pohon.

B. Ciri-ciri Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku kadang mirip dengan beberapa tumbuhan yang lain. Untuk itu, kenali cirri-ciri tumbuhan paku dengan seksama, agar tidak salah dalam membedakannya. Adapun cirri-ciri tumbuhan paku adalah sebagai berikut:

  1. Eukarioritik dan multiseluler organism
  2. Memiliki akar, daun batang sejati, makanya disebut kormophyta berspora

Kemudian, dari akar, batang, daun juga terdiri dari cirri-ciri spesifik. Sehingga bisa dikenali dengan lebih mudah lagi. Adapun cirri-ciri tersebut adalah sebagai berikut:

C. Struktur Akar Tumbuhan Paku

Adapun akar pada tumbuhan paku bisa dikenali karena  berbentuks serabut dan terdapat kaliptra pada ujungnya. Pada akarnya terdapat jaringan epidermis, silinder pusat.

D. Struktur Batang Tumbuhan Paku

Struktur batang tumbuhan paku terdiri dari epidermis, korteks, silinder pusat. Nah, silinder pusat terdapat berkas pembuluh angkut, yakni Xilem, floem. Berkas inilah yang bertugas mengedarkan hasil fotosinetis ke seluruh tubuh tumbuhan.

E. Struktur Daun Tumbuhan Paku

Pada daunnya, tumbuhan paku terdiri dari jaringan epidermis, mesofil, pembuluh darah angkut. Dan ia terdiri dari beberapa macam, yakni:

  1. Dari ukuran daunnya, tumbuhan paku ada yang ukurannya kecil dan besar
  2. Tidak bertangkai dan bertulang
  3. Berbentuk rambut atau sisik
  4. Daun ukuran besar atau makrofil adalah bertuangka, bertulan daun, jaringan tiang, bunga karang juga memiliki mesofil stomata dan bentuk
  5. Dari fungsinya, tumbuhan paku bisa menghasilkan spora (sporofil) tidak menghasilkan tropofil.

Nah, pada daun tropofil dikatakan sebagai darin steril. Karena memiliki klorofil sehingga memiliki peran penting dalam proses fotosintesis dan menghasilkan glukosa. Tetapi sporofil adalah daun fertile yang menghasilkan spora, gunanya sebagai alat perkembang biakan.

Kesimpulan:

  • Secara umum tumbuhan paku tumbuh di daerah lembab. Namun bisa tumbuh di darat, perairan atau menempel pada pohon.
  • Bereproduksi secara seksual maupun aseksual
  • Memiliki sifat fotoautotrof. Sebab ada klorofil makanya dapat menjadikan kelangsungan proses fotosintesis

F. Klasifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Adapun pembagian tumbuhan ini, terbagi menjadi 4 kelas atau jenis, jika dilihat dari Morfologi tubuh, di antara 4 pembagian itu adalah:

1. Paku Telanjang (Psilophyta)

Nama lainnya paku kurba. Memiliki akar dan daun. Ada berkas pengangkut pada batangnya. Dan bercabang-cabang dengan sporangium pada ujungnya. Sporofil memiliki satu jenis spora. Lebih dikenal dengan istilah homospora. Adapun contohnya adalah Rhynia major dan psylotu.

2. Equisetophyta atau Spheniphyta

Batangnya mirip ekor kuda. Dengan daun mirip kawat, dan tersusun dalam satu lingkaran.  Disebut juga dengan tumbuhan paku ekor kuda. Equiseturm debile adalah salah satu contohnya.

3. Lycophyta atau paku kawat paku rambat

Berdaun kecil. Tersusun spiral, dengan batang seperti kawat panjang. Kemudian sporangium ada di strobilus, biasanya muncul pada ujung ketiak. Adapun contohnya adalah: paku kawat atau selaginella sp, Lycopodium sp, dan Lycopodium clavatum.

4. Paku Sejati (Filicinae/Pterophyta)

Dalam bahasa ilmiah disebut Filicinae atau Pterophyta

Sudah memiliki akar, batang, daun sejati. Daunnya berukuran besar makanya disebut megafil. Jenis ini sudah lebih tinggi tingkatannya dari tiga yang sebelumnya. Sedangkan batangnya bisa tumbuh di atas atau di bawah tanah.

Kemudian karakter pada jenis klas ini daunnya mudah menggulung. Ada sorus di permukaan daun. Adapun contohnya adalah Asplenium nidus, Salvinia natans. Dan ekor merak.

G. Jenis Spora Tumbuhan Paku

Untuk klasifikasi dari jenis sporanya, tumbuhan paku dibedakan jadi 3, yakni:

1. Paku Homospora

Darinya muncul atau menghasilkan spora, dan ukurannya tidak bisa dibedakan antara betina dan jantan dari spora yang dihasilkan. Dikenal juga dengan nama paku Isopora.

2. Paku Heterospora

Disebut juga dengan An-isopora. Karena memiliki spora yang berbeda ukuran. Spora jantan disebut mikrospora, sebab ukurannya kecil. Pada spora betina ukurannya besar, dan disebut mikrospora.  Contohnya adalah: selaginella sp atau paku rane.

H. Manfaat Tumbuhan Paku

Ada banyak ragam manfaat dan kegunaan pada tumbuhan paku ini, banyak orang memanfaatkan untuk berbagai macam hal. Agar lebih jelas, tumbuhan paku bisa dimanfaatkan pada beberapa hal di bawah ini:

1. Manfaat Tumbuhan Paku Sebagai Tanaman Hias

Tanaman hias adalah yang paling lazim dan banyak ditemui di masyarakat. Di mana pemanfaatna tumbuhan paku sebagai tanaman hias lebih digunakan pada luar ruangan. Namun ada juga  yang memanfaatkan di dalam ruangan. Contoh tanaman hias dari klasifikasi tumbuhan paku adalah:

  • Adiantum cuneantum
  • Apslenium nidus
  • Platycerium biforme

2. Manfaat Tumbuhan Paku Sebagai Sayuran

Tumbuhan paku juga bisa dimanfaatkan sebagai sayuran. Salah satu manfat yang umum diketehaui orang namun masih jarang yang mau mengkonsumsinya.

3. Manfaat Tumbuhan Paku Sebagai Pupuk hijau

Jenisnya adalah Azolla pinnata, jenis itu harus yang bersimbiosis dengan Anabaena Azolle, karena ia harus mampu mengikat N2 bebas.

4. Manfaat Tumbuhan Paku Sebagai Obat-obatan

Paku kuda atau Equisetum bisa dipakai untuk obat, fungsinya sebagai duertik. Dan bisa juga digunakan sebagai salap atau obat oles, namun harus memakai jenis Selaginella

5. Manfaat Tumbuhan Paku Sebagai Bahan Bangunan

Alsophila Glaunca, adalah jenis yang bisa dipakai untuk bahan bangunan seperti tiang pancang dan semisalnya.

6. Manfaat Tumbuhan Paku Sebagai Penggosok dan Pembersih

Equisetum sp adalah jenis yang bisa digunakan sebagai pengganti ampelas atau pembersih baik kayu atau semisalnya.

7. Manfaat Tumbuhan Paku Sebagai Bahan Pembuatan Petasan

Spora Lycopodium sp dan Pyrotechnics adalah jenis tumbuhan paku yang bisa digunakan untuk membuat petasan dan ledakan dalam skala kecil.

8. Manfaat Tumbuhan Paku Sebagai Bingkai

Untuk membuat bingkai atau figura dan juga bingkai pada karangan bunga bisa menggunakan tumbuhan paku juga.

Agar bisa lebih faham mengenai tumbuhan paku, maka harus belajar klasifikasi lebih dalam. Sebab walau ada banyak manfaatnya, tumbuhan paku juga menimbulkan kerugian. Makanya berhati-hatilah menggunakannya tanpa ada pengetahuan lebih lanjut.

Incoming search terms:
tumbuhan pakuperbedaan paku kawat dan paku suplirtumbuhan pklasifikasi tumbuhan pakuklasifikasi dan morfologi rumput pakukhasiat daun paku rambatjenis klasifikasi tumbuhan pakujelaskan ciri ciri tumbuhan paku klasifikasi contoh dan manfaatnyaciri umum contoh dan manfaat pterydopytaCiri ciri akar tumbuhan paku sejati
Pengertian, Ciri, Manfaat & Klasifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta) | admin | 4.5