Pengertian dan Teori Lengkap Tata Surya Beserta Anggotanya

Pengertian dan Teori Tata Surya – Kita hidup di planet bumi, namun pernahkan terlintas tentang planet apa saja yang ada di dunia ini? Bagaimana planet-planet tersebut terbentuk? Terlepas dari ilmu agama yang diyakini memiliki teori terbentuknya alam semesta, ada juga beberapa ahli yang mencoba untuk mendefinisikannya ke dalam teori ilmiah. Nah mari kita simak pembahasan lengkap dan singkat tentang bumi dan planet lainnya dalam artikel tentang tata surya ini ya! Selamat Membaca 😊

A. Pengertian Tata Surya

Tata surya ialah kumpulan dari benda langit meliputi matahari serta semua objek di sekelilingnya dan terikat gaya gravitasinya. Adapun objek yang dimaksud adalah 8 planet dengan orbit berbentuk elips, 5 planet kecil, 173 satelit alami teridentifikasi, serta berane benda langit lainnya (asteroid, komet, meteor,dll). Tata surya juga dikenal dengan istilah keluarga matahari yan menempatkan matahari sebagai pusat dari tata surya.

B. Teori Tata Surya Menurut Para Ahli

Ada banyak teori dari ahli yang menyebutkan tentang asal muasal terbentuknya tata surya seperti di bawah ini:

1. Teori Nebule atau Teori Kabut

Teori ini dicetuskan oleh Immanuel Kant dan Piere Simon di tahun yang berbeda. Mereka sependapat bahwa matahari dan planet sebenarnya berasal dari kabut pijar. Kabut pijar tersebut berpilin di dalam alam semesta, akibat dari pilinan tersebut adalah terbentuknya sebuah bola besar yang semakin mengecil seiring dengan kecepatan putaran pilinannya. Kemudian bola tersebut memampat pada kutub dan melebar pada bagian equator, sehingga menyebabkan sebagian dari massa kabut gas mulai menjauh dari bagian gumpalan inti. Pencaran tersebut akhirnya membentuk gelang yang berada di sekitar bagian gumpalan inti yang akhirnya disebut dengan planet dan satelit. Sementara bagian pusat dari gumpalan inti adalah matahari.  Namun kini teori tersebut mulai ditinggalkan karena dinilai tidak mampu menjawab beberapa masalah terkait tata surya dan mulai bermunculannya teori-teori yang lebih lengkap.

2. Teori Planetesimal

Teori ini dikenalkan oleh seorang ahli geologi bernama Thomas C. Chamberlin dan astronom yang bernama Forest R. Moultron. Keduanya sepakat bahwa tata surya terbentuk karena ada bintang yang lain melintasi matahari, lintasan tersebut menyebabkan goresan yang membentuk tonjolan d permukaan matahari. Besamaan dengan itu, terjadilan proses internal matahari untuk menari ulang material tersebut dari matahari. Efek gravitasi di sekitar matahari akhirnya membentuk dua lengan spiral yang bersifat memanjang dari matahari.

Di lain sisi, sebagian  material yang tidak tertarik akan tetap berada di orbitnya, kemudian menjadi lebih dingin dan memadat sehingga membentuk benda-benda langit yang berukuran lebih kecil dan disebut dengan planetisimal. Sedangkan benda yang berukuran lebih besar disebut dengan protoplanet. Benda-benda tersebut kemudian sering mengalami tabrakan yang akhirnya menjadi cikal bakal terbentuknya planet dan bulan, dan sisanya menjadi komet serta asteroid.

3. Teori Pasang Surut

Teori ini dikenalkan oleh Sir James Jeans. Kronologi awal dari teori ini hampir sama dengan teori planetisimal, yakni kedekatan bintang lain dengan matahari yang menyebabkan beberapa material tertarik. Setelah proses tarik menarik material, matahari mengalami pasang surut yang membuat sebagia besar dari massa matahari membentuk beberapa gumpalan gas di sekelilingnya dengan ukuran yang berbeda-beda. Gumpalan tersebut akan membentuk planet dan benda langit lainnya.

4. Teori Awan Debu

Dicetuskan oleh Carl Von Weizsaeker dan disempurnakan oleh Gerard P Kuiper. Teori ini menyatakan bahwa tata surya terbentuk karena adanya gumpalan awan gas serta debu. Gumpalan tersebut memampat dan membuat oartikel debu tertarik ke pusat gumpalan untuk membentuk gumpalan bola yang berpilin. Selanjutnya akan terbentuk cakram tebal di bagian tengah dan menipis di tepiannya. Adapun partikel di bagian tengah cakram akan saling memberikan tekanan yang menciptakan panas yang berpijar dan disebut matahari. Sedangkan bagian luar yang terus berputar akan membentuk gumpalan yang lebih kecil dan disebut planet dan benda langit.

5. Teori Bintang Kembar

Dipopulerkan oleh Fred Hoyle yang menyebutkan bahwa tata surya pada awalnya berwujud dua bintang yang ukurannya hampir sama dan lokasinya berdekatan. Salah satu dari bintang tersebut meledak dan mengakibatkan terbentuknya serpihan kecil yang terikat oleh gravitasi bintang yang tidak meledak dan berputar mengelilinginya.

5. Teori Big Bang

Toeri ini menyebutkan bahwa tata surya terbentuk karena adanya ledakan besar yang membentuk benda-benda langit.

Baca Juga :

C. Anggota Tata Surya

Tata surya memiliki beberapa anggota di dalamnya yang dijelaskan secara singkat di bawah ini:

1. Matahari

Ialah bintang terbesar di tata surya dan menjadi pusat dari tata surya karena dikelilingi oleh benda langit lainnya. Matahari berukuran 332.830 dari massa bumi. Ukuran massa yang besar ini menyebabkan matahari memiliki kepadatan inti yang cukup besar untuk dapat mendukung kesinambungan fusi nuklir. Selain itu matahari juga dapat menyemburkan energi yang besar dan dipancarkan ke luar angkasa berupa radiasi elektromagnetik dan spectrum optic.

2. Planet-Planet

Pada awalnya ada 9 planet yang diakui oleh para ahli kemudian mempertimbangkan dari syarat besarnya ukuran planet dan beberapa aspek lainnya, Pluto akhirnya dikeluarkan dari daftar planet. 8 planet yang lain yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus Uranus, dan Neptunus. Daftar tersebut disebutkan dengan melihat urutan kedekatan jarak planet dengan matahari. Artinya, Merkurius adalah planet terdekat dari matahari, dan neptunus adalah yang terjauh. Sejauh ini, para ahli menyatakan bahwa hanya bumi yang diketahui memiliki makhluk hidup di dalamnya.

3. Asteroid

Asteroid adalah material bebeatuan yang terletak di antara Mars dan Jupiter. Material tersebut sebagian disebut sebagai pecahan yang gagal menjadi planet karena besarnya gaya gravitasi Jupiter yang membuat partikel tersebut semakin mengecil. Asteroid memiliki serpihan sabuk utama di antara orbit Mars dan Jupiter. Pertama kali asteroid ditemukan pada tanggal 1 Januari 1801. Di antara beberapa asteroid, ada Ceres yang cukup terkenal dengan diamerter 480 mil dan membutuhkan waktu 4.5 tahun untuk mengelilingi matahari.

4. Komet

Komet adalah kumpulan dari bebatuan yang diselimuti kabut gas dan bergerak mendekati matahari. Komet selalu engeeluarkan gas dengan cahaya di bagian kepalanya dan semburan cahaya dari ekornya. Garis tengah komet termasuk gas yang menyelimutinya bisa mencapai 100.000 km. Semakin dekat komet dengan matahari akan semakin besar tekanan cahaya matahari yang diterima komet yang menyebabkan panjang ekor semakin bertambah. Ekor komet mengandung CO, CH, serta gas labil berupa CH2 dan H2O.

Nah, sekian artikel tata surya berserta penjelesanya yang kami bahas. Semoga artikel pendidikan ini bisa memberikan manfaat dan wawasan baru bagi pembaca. Terimakasih atas kunjungannya di blog kami. Sampai jumpa di artikel lainnya ya

Incoming search terms:
artikel lengkap tata suryapengertian tata surya menurut para ahlirangkuman tentang tata surya lengkap
Pengertian dan Teori Lengkap Tata Surya Beserta Anggotanya | admin | 4.5