Pengertian, Fungsi, dan Struktur Sitoskeleton

Pengertian Sitoskeleton disebut juga dengan kerangka sel, merupakan bagian jaring berkas protein yang berperan untuk menyusun sitoplasma di dalam sel. Sitoskeleton tidak hanya terdapat di sel eukariota, namun juga bisa ditemukan di dalam sel proariota. Sitoskeleton membuat sel tubuh memiliki bentuk yang kokoh, dapat mengubah bentuk, memposisikan organel, renang dan merayap. Sitoskeleton di dalam sel eukariota terdiri dari tiga filamen yaitu mikrofilamen, mikrotubulus, dan intermediat filamen yang terhubung satu sama lain.

Mikrofilamen Mikrotubulus Intermediet Filamen
Struktur filamen Merupakan jenis filamen yang fleksibel, namun tidak dapat diregangkan. Filamen ini berupa tabung yang memiliki rongga kaku sehingga tidak dapat direnggangkan Filamaen yang memiliki fleksibilitas dan dapat diregangkan
Diameter 8 nm 25 nm 10—12 nm
Sub unit Aktin β tubulin, α tubulin yang berasal dari dimer Terdirin dari 70 protein
Fungsi utama filamen Sebagai motilitas dan kontraksi, memberikan tegangan pada sel, membantu proses pembentukan sel, serta menjadi aliran sitoplasma saat terjadi perpindahan dan pembelahan sel. Berfugsi sebagai filamen pendukung, alat transport intraselular,serta mengorganisir sel, meberikan ketahanan saat perpindahan sel pada silia dan flagella, membantu pergerakan kromosom saat proses pembelahan sel, serta membantu proses pembentukan sentriol pada sel hewan. Sebagai filamen pendukung
Ditemukan pada Semua eukariota Seluruh eukariota Hanya pada binatang
Lokasi seluler Sitoplasma Sitoplasma Sitoplasma dan nukleus

Fungsi Sitoskeleton :

Sitoleskon berfungsi untuk menjadi bentuk kerangka dari sel, membantu gerakan substansi atau pengganti, serta dapat dijadikan sebagai kekuatan mekanik sebuah sel. Sitoleskon yang terdiri dari 3 filamen memiliki efektvitas kerja yang dipengaruhi oleh jumlah protein asesori yang saling menghubungkan satu sama lainnya. Protein asesori memiliki peran penting untuk mengontrol sistem perakitan filamen sitoskeleton yang susunannya hampir mirip dengan barisan semut  yang dapat tersusun dalam kecepatan tinggi.

Struktur Sitoskeleton :

Silia yang terdapat pada mikrotubulus merupakan benang tipis dengan ketebalan 0.25 um, dikelilingin dengan dinding 9 pasang mikrotubulus, di bagian tengah terdiri dari 2 mikrotubulus yang tidak berpasangan dan dikenal dengan nama axoneme. Struktur jenis ini biasa disebut dengan struktur 9 + 2. Silia sendiri memiliki fungsi untuk menggerakkan fluida pada permukaan sel atau sebaliknya.

Selain silia, ada juga sentriol yang berbentuk tabung hasil bentukan dari mikrotubulus dengan lebar 0.2 um dan panjang 0.4 um. Sentriol memiliki fungsi untuk membentuk benang spindle yang memisahkan kromosom. Jadi, mikrobtubulus berkelompok untuk dapat membentuk 3 mikrotubulus lainnya yang tersusun parallel. Kemudian 9 kelompok ini akan membentuk dinding sentriol.

Incoming search terms:
penjelasan penting dan singkat tentang sitoskeletonrangkuman sitoskeletonstruktur sitoskeleton
Pengertian, Fungsi, dan Struktur Sitoskeleton | admin | 4.5