Pengertian Strategi Pertahanan dan Contoh Strategi Negara Indonesia di Berbagai Bidang

Sebuah Negara yang berdaulat, memiliki sejumlah tata Negara. Dari tiap Negara tata Negara berbeda-beda. Namun pada intinya sama, yakni mereka ingin membuat negaranya makmur dan tentu aman dari segi stabilitas nasional dan juga internasional. Maka dari itu terbentuknya sebuah fungsionalis Negara. Mulai dari presiden hingga paling bawah dalam masyarakat, yaitu RT atau Rukun Tetangga.

Keinginan untuk melakukan pembelaan dan mempertahankan sesuatu disebut sebagai strategi pertahanan. Setiap Negara memiliki strategi pertahanan berbeda-beda. Mulai dari Negara Eropa sampa Negara Asia seperti Indonesia. Strategi pertahanan sebuah Negara sangatlah penting. Mengingat fungsinya yang sangat vital, maka strategi pertahanan Negara tidak bisa dibuat secara asal-asalan. Perlu rumusan bersama untuk mencapai kata sepakat dalam pembentukan pokok dari strategi pertahanan Negara tersebut maupun klausulnya.

A. Pengertian Pertahanan Negara

Menurut Wikipedia, pertahanan Negara adalah pertahanan nasional yang dikomandoi atau dilaksanakan oleh pemerintah melibatkan unsur kepemerintahan mulai dari Tentara, Polisi dan kemudian rakyat sipil.

Pertahahanan nasional adalah usaha untuk mempertahankan kedaulatan Negara, termasuk keutuhan, keselamatan segenap bangsa dari ancaman asing dan terhadap gangguan keutuhan bangsa dan Negara yang berdaulat.

Sedangkan strategi pertahanan Negara adalah cara mempertahankan Negara dengan metode tertentu yang sudah disepakati bersama serta dalam beberapa bidang yang ada. Strategi pertahanan Negara lebih komplek dan terstruktur karena melibatkan berbagai elemen dalam sebuah tata Negara, misalnya Polisi, Tentara dan juga Intelejen serta para pemimpin negeri tersebut.

Dalam pasal 30 Ayat (2) UUD 1945 ada gambaran pentingnya strategi pertahanan Negara dan manfaat dari strategi pertahanan Negara tersebut. Adanya strategi pertahanan Negara jelas sekali untuk mengatasi berbagai ancaman militer dengan menggunakan system pertahanan dan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata).

Sishankamrata diadakan berdasarkan dari kesadaran dari setiap warga Negara untuk melaksaknakan hidup yang berdaulat, bersatu, adil dan makmur. Maka dari itu adanya pasal dalam UUD 1945 sangat penting.

Sitem pertahanan dan keamanan Negara yang berdasarkan semesta memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Kerakyatan, adalah orientasi pertahanan dan keamanan yang diabadikan untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia
  2. Kesemestaan, adalah seluruh sumber daya nasional yang digunakan untuk keamanan dan pertahanan nasional secara terpadu dan teratur serta dipimpin oleh pemerintah Negara Indonesia
  3. Wilayah, maksudnya adalah kewilayahan kekuatan pertahanan Indonesia, yang dilaksanakan secara menyebar ke seluruh daerah baik terpencil atau pula yang berada pada wilayah kesatuan Republik Indonesia.

Kemudian, supaya pengerahan serta penggunaan kekuatan pertahanan dapat terlaksana dengan baik, efektif dan efisien, harus diupayakan keterpaduan sinergis antara unsur militer dengan unsur lainnya yang ada di dalam kesatuan Negara Republik Indonesia. Kekuatan tersebut bukan hanya militer namun juga nir-militer.

Keterpaduan tersebut harus dipadukan dari tiga kekuatan unsur militer yang ada, yakni; Kekuatan Militer Udara, Kekuatan Militer Laut, Kekuatan Militer Darat. Pada keterpaduan kekuatan militer dan nir-militer diwujudkan dalam keterpaduan kompinen utama, cadangan dan komponen pendukung. Keterpaduan itu diperlukan pada pengerahan kekuatan pertahanan, baik dari dan dalam rangka menghadapi ancaman militer maupun nir-militer.

Baca Juga : Pengertian Pancasila Sebagai Ideologi Negara Dan Fungsi Pancasila Sebagai Ideologi Negara

B. Setrategi Indonesia Menghadapi Ancaman di Berbagai Bidang

Dan terhadap seluruh ancaman tersebut, Indonesia memiliki strategi pertahanan yang akan diuraikan dalam penjelasan di bawah ini.

1. Strategi menghadapai ancaman ideologi

Strategi menghadapi ancaman ideology dilakukan untuk melindungi keberlansungan Pancasila sebagai dasar dari Negara ini.

Adapun menurut Noor Ms. Bakry (2009:363) strategi di bidang ideologi dirumuskan untuk  kondisi mental bangsa Indonesia yang berlandaskan ke yakinan kebenaran ideologi Pancasila yang mengandung kemampuan untuk menggalang dan memelihara persatuan dan kesatuan nasional serta kemampuan menangkal penetrasi ideologi asing yang dinilai tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.

Hal itu dilakukan karena Pancasila adalah landasan Negara dan dengan adanya ancaman ideology, maka keberadaan Pancasila dalam membimbing Negara akan terancam sehingga perlu untuk mengadakan sebuah penanganan.

Adapun upaya untuk menghadapai serangan atau ancaman ideology dituangkan dalam beberapa penjelasan berikut.

  1. Adanya lapisan paling depan dalam konsep penanganan. Terdiri dari usnur pertahanan dan nirmiliter, seperti kementrian atau lembaga non-kementrian yang membawahi masalah ideology
  2. Kementrian dan unsur pertahanan serta pemerintahan yang membidangi politik dalam negeri dan semisalnya harus mengerahkan kekuatan politik dan juga instrument pemerintahan mulia dari pusat sampai daerah paling kecil untuk menghadapi serangan dimensi ideology yang ada demi penguatan dan melakukan upaya diplomasi untuk menangkal pihak yang mengancam ideology pancasila.
  3. Pemerintah atau unsur pemerintah dalam bidang informasi mendinamisasikan akan adanya kekuatan nasional pada bidang informasi dan teknologi. Untuk kelancaran operasi informasi imbangan. Tujuannya adalah masyarakat mendapatkan informasi yang benar sesuai dengan ideology pancasila dan juga menangkal pengaruh asing dari upaya memecah belah bangsa.
  4. Unsur pemerintah yang membidangi pendidikan memberikan pengajaran akan pentingnya ideology pacnasila dan memberikan pelajaran yang berkaitan dengan manfaat dan pentingnya keberadaan ideology pancasila bagi berbangsa dan bernegara sesuai dengan tingkat sekolah.
  5. Unsur pemerintah yang membidangi masalah agama mengajak pemimpin agama untuk ikut serta dalam pelaksanakan strategi pertahanan Negara dan melakukan pengamanan ideology pancasila dari ancaman asing

2. Strategi Indonesia dalam menghadapi ancaman dalam bidang politik

Dalam bidang politik, Indonesia memiliki strategi pertahanan Negara terhadap segala bentuk ancaman yang ditujukan kepada kehidupan politik bangsa Indonesia. Adapun strategi tersebut terbagi menjadi berikut:

2.1 Pendekatan ke dalam

Berupa pembangunan dan penataan kembali system politik dalam negeri yang sehat dan dinamis. Sesuai dengan kerangka demokrasi yang mengharagai kebinhekaan dan kemajemukan berbangsa dan bernegara yang terdiri dari banyak suku dan bahasa

Adanya penataan ke dalam dimaksudkan untuk menata kembali pemerintahan dan perpolitikan yang sehat. Penataan didasarkan pada tiga pilar berikut:

  • Penguatan penyelengaraan pemerintahan Negara yang sah. Efektif, bersih berwibawah serta bebas KKN. Serta bertanggung jawab mewujudkan tujuan pemerintahan Negara, sesuai yang ditulis atau tercantum dalam pembukaan UUD 1945
  • Penguatan legistlatif. Menjadikan lembaga berkualitas, professional pada bidangnya. Lembaga legislative harus mampu bekerja sama dengan pemeruntah dalam menjalankan UUD 1945.
  • Penguatan politik nasional baik partai politik maupun organisasi masyarakat sebagai alat pemberdayaan masyarakat dans ebagai subjeck politik serta pembangunan nasional.

2.2 Pendekatan ke luar

Pendekatan yang dimaksudkan untuk mendinamiskan strategi dan upaya diplomatic melalui peningkatan instrument politik ke luar negeri dalam membangun kerja sama, saling percaya dengan Negara lain sebagai kondisi mencegah atau mengurangi potensi konflik antarnegara.

Adapun pendekatan keluar diwujudkan dengan langkah global sebagai berikut:

  • Lingkup intenal. Adalah dengan penciptaan, pembangunan, dan pengingkatan kondisi dalam negeri yang semakin maju, mantap serya stabil. Semua itu dibarengi dengan upaya meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.
  • Lingkup regional. Politik dan diplomasi Indonesia diarahkan untuk aktif dan selalu berperan dalam membangun dan menikatkan kerja sama dengan Negara lain.
  • Pada lingkup supraregional, Politik luar negeri dikembangkan demi penguatan ASEAN Plus enam yang terdiri dari 10 negara dengan anggita Cina, Jepang, Korea Selatan, India, Australia, Selandia Baru, melalui hubungan yang harmonis dan terpelihara.
  • Pada lingkup Global. Politik luar negeri harus ada peran secara maksimal dalam perjuangan global demi kepentingan nasional, lewat keberadaan forum internasional seperti PBB, Gerakan Non-blok, OKI dan semisalnya.

3. Strategi menghadapi ancaman ekonomi

Adanya pembangunan di bidang ekonomo bertujuan untuk membangun kemandirian ekonomi bangsa yang mandiri, stabil dan sehats erta dinamis, yang berlandaskan ekonomi demokrasi. Dan mampu berdaya saing tinggi.

Adapun untuk menciptakan kondisi ekonomi tersebut, maka pemerintah perlu menerapkan strategi di bidang pembangunan ekonomi bangsa dan juga ancaman dari pihak asing dalam bidang ekonomi.

Setidaknya ada 2 strategi pembangunan dan pertahanan Negara Indonesia terhadap serangan ekonomi. Ketiga hal tersebut adalah:

  1. Ancaman ekonomi internal dapat meruntuhkan kesatuan dan persatuan bangsa. Untuk itu, pemerintah menerapkan strategi berupa penciptaan lapangan kerja, padat karya dan pengentasan kemiskinan. Pembangunan infrastruktur, penciptaan iklam usaha yang kondusif, pengadaan teknologi tepat guna untuk mengadakan pengentasan pengangguran secara merata
  2. Ancaman ekonomo external ditanggulangi dengan cara mengadakan kerja sama bidang ekonomi dengan Negara dalam skal internasional, Dan menjaga hubungan baik antara Negara berkembang, serfta mengutamakan hubungan baik dalam tatanan ekonomi dunia.

4.Strategi Indonesia menghadapi ancaman dibidang Sosial budaya

Adapun terhadap ancaman dengan dimensi social budaya, dapat dibedakan menjadi dua, yaitu ancaman dari dalam dan dari luar. Perlu diketahui, ancaman dari dalam termasuk juga beripa kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, ketidak adilan, yang mana isu tersebut menjadi pangkal segala masalah. Seperti separatism, terorismen, kekerasan dan semisalnya yang masuk dalam kategori ancaman bagi Negara dan kesatuan republic Indonesia.

Baca Juga : Pengertian Kerjasama dan Contoh-Contoh Kerja sama Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Ancaman dari luar adalah derasnya arus budaya asing menyerang Indonesia tanpa bisa dibendung lagi. Dan salah satu penyebabnya adalah ketidak fahaman akan pengaruh teknologi informasi, sehingga dalam hal ini kementrian yang membidangi masalah teknologi informasi harus mengadakan pembelajaran terkait adanya teknologi informasi.

Incoming search terms:
strategi pertahananmengapa setiap negara memilcontoh pertahanancontoh pertahanan negarasebutkan contoh contoh strategi pertahanan negaraunsur pendekatan strategis ketahanan nasional indonesiacontoh pertahanan indonesiapertahanan hidup dalam dunia pendidikansejarah strategi pertahanancara mempertahankan negara di bidang sosial budaya
Pengertian Strategi Pertahanan dan Contoh Strategi Negara Indonesia di Berbagai Bidang | admin | 4.5